Tak rela
melepasmu lagi
Hanya
tangis yang terdengar
Dari sisi
lorong hati
Kini semua
terasa dingin
Kau berlari
menjauh dariku , semakin jauh
Terlihat
samar raut ekspresi wajahmu
Tak ada
seorangpun di sini
Kala sinar
kian meredup
Perlahan
mulai menghilang
Beranjak
pergi meninggalkanku
Terhapus
oleh belaian angin
Tetesan
airpun mulai terasa
Selimut
kabut yang datang menemaniku
Ketika air
hujan ikut jatuh menangisinya
Dan pohon
pun iba ikut menyelimuti tubuh ini
Dengarkanlah
Hati ini
terus memanggilmu
Meronta-ronta
seakan ingin mengejarmu
Meraih
setiap jejak yang kau tinggalkan
Pahatan
namamu masih terlihat
Tersusun
dengan indah
Yang
mengisi kehidupanku
Meski darah
dan air mata menjadi tinta pewarnanya
Meski hati
terus berontak , tak menginginkan kau pergi
Angin
menghempas bayangmu dari lamunanku
No comments:
Post a Comment