Sunday, 11 November 2012

Setitik perjalanan



Tak rela melepasmu lagi

Hanya tangis yang terdengar

Dari sisi lorong hati

Kini semua terasa dingin

Kau berlari menjauh dariku , semakin jauh

Terlihat samar raut ekspresi wajahmu

Tak ada seorangpun di sini

Kala sinar kian meredup

Perlahan mulai menghilang

Beranjak pergi meninggalkanku

Terhapus oleh belaian angin

Tetesan airpun mulai terasa

Selimut kabut yang datang menemaniku

Ketika air hujan ikut jatuh menangisinya

Dan pohon pun iba ikut menyelimuti tubuh ini

Dengarkanlah

Hati ini terus memanggilmu

Meronta-ronta seakan ingin mengejarmu

Meraih setiap jejak yang kau tinggalkan

Pahatan namamu masih terlihat

Tersusun dengan indah

Yang mengisi kehidupanku

Meski darah dan air mata menjadi tinta pewarnanya

Meski hati terus berontak , tak menginginkan kau pergi

Angin menghempas bayangmu dari lamunanku

No comments:

Post a Comment