"tak tapok lambemu ta"
"nopo to mas?"
"uwess " teriak mas aji menahan emosinya kepadaku ,
aku langsung berjalan menjauh dari orang itu , rasa jengkel , marah melayang-layang di benak ku . rasa yang belum pernah aku rasakan , omelan pun menyertai langkahku .tak lama kemudian aku dengar suara langkah kaki yang mendekat , kutengok ke arah dimana suara itu datang .
"maksutmu kui opo to ta ? mbek masmu ki yo ojo koyo ngono kuwi .. ora apik ndug .. ndang njaluk ngapuro kono"
"tapi to bude , aku jengkel , serik aku karo mas aji , aku salah opo to bude ? wong yo di kongkon ngumbahi yo mau wes tak tandangi " belaku sambil menangis di kursi depan teve
"ya allah ndug , kowe kan yo ngerti sifat'e masmu to .. gampang emosi .. "
"emoh ah , udu aku seng salah kok !"
aku langsung keluar rumah , berlari , "ku ingin pergi dari sini , pergi sejauh mungkin , aku ingin lepas dari orang-orang yang terlalu mengekangku " batinku sambil berlari sekuat tenaga menjauh dari rumah , tak tau akan kemana aku pergi , sebisa mungkin aku akan menjauh . namun tiba - tiba ....
"renata ..... !!! " teriak bude memecah lamunanku . *dug* suara hantaman sebuah mobil yang mengenai kakiku . kulihat samar-samar wajah bude dan mas aji yang berlari kearahku , "sepertinya aku akan jatuh" batinku , dan perlahan tubuhku mulai lemas dan akhirnya terjatuh ,
No comments:
Post a Comment