Semua orang pasti mempunyai satu
orang yang sangat ia sayangi, rasa sayang yang begitu mendalam ,
sehingga sulit sekali dihapus , atau bahkan tak bisa dihapus.
Meskipun kita tak tahu apa yang sedang ia lakukan , sedang dimanakah
dia , masihkah dia mengingat dirimu , berbagai pertanyaan muncul
serentak yang memaksa dirimu mencari jawabannya. Namun terkadang rasa
sayang itu bisa membuatmu tertekan , membuat air mata ini jatuh ,
tangan ini mengepal erat , hati ini berlumuran darah. Walaupun begitu
cinta adalah anugrah untuk setiap manusia, pasti kan indah pada
akhirnya.
Hembusan angin yang membuatku semakin
larut dalam lamunan yang membuatku berjalan seperti orang buta. Aku
berjalan perlahan menyusuri jalan , mencoba mencari sesuatu yang bisa
membuatku tersenyum , pikiranku terfokus pada seseorang yang sangat
ku sayangi , namun aku malah membutnya hancur , memori yang selalu
membuat pikiranku buntu , aku terhenti sejenak memerhatikan seseorang
yang sepertinya kukenal . Aku kaget , degup jantungku semakin cepat ,
hatiku teriris menangis melihat Ezal duduk lemas di pojok lapangan
basket , dia menangis . Aku serasa ingin berteriak memaksa dia tuk
berhenti menangis , secara refleks aku langsung mneghampirinya .
“kamu bodo banget si.. “
Namun tiba tiba Ezal langsung
memelukku , sontak ini membuatku kaget , senang dan juga sedih ,
secara reflek pun air mata ini jatuh dan aku mencoba melepaskannya ,
namun ,,,
“ku mohon jangan lepasin Na ...”
Kata itu semakin membuat air mataku
mengalir deras , serasa aku takkan pernah dan takkan mau melepasnya.
“kenapa kamu harus nangis Zal ?”
“karena aku sangat menyayangimu Na
… aku ga mau kehilangan kamu.. “
“tapi sekarang uda beda”
tiba-tiba ezal melepaskan pelukannya ,
aku kaget
“apa yang beda ? Semuanya masi sama
Gina !”
“Ezal .. kita itu udah putus !”
“kumohon … kembalilah padaku Na
..”
“aku sangat menyayangimu Zal ,
lebih dari yang kau tahu , meski aku harus merelakan dirimu pergi”
“aku tak kan membiarkan itu
terjadi”
“tapi aku lakukan ini demi kamu ,
aku tahu mama kamu tidak setuju dengan hubungan kita , aku hanya
takut kamu diusir sama mama kamu kalau kita tidak putus ,, kumohon
mengertilah Zal .. “
Ezal terdiam menatapku bisu , aku
mulai beranjak pergi meninggalkan tempat itu , namun Ezal menahanku ,
dia menariku dalam dekapannya dan dia mencium keningku , air matanya
menetes jatuh di pipiku.
Meskipun kita berusaha sekuat apapun ,
mencoba sekeran apapun , kita tak akan pernah bisa menghapus rasa
sayang yang sudah terlanjur melekat di hati ini , meski kita harus
rela dia pergi , dan tangisan pun tak dapat membuatnya kembali.
No comments:
Post a Comment