Kau yang memicu apiKau yang membakar tungku itu
Kau pula yang mengepulkan asap itu
Hitam pekat terus keluar
Terbang pergi
Namun membekas tak terhapus
Gumpalan awan pekat
Rintik tinta hitam
Membasahi raga tak berjiwa
Jiwa yang terlanjur kau musnahkan
Bersama mulut manis
Berbilah tajam pada ujungnya
No comments:
Post a Comment