Monday, 9 March 2015

Kuncup Musim Dingin

Jatuh

Terpencar semua jantungku

Berserakan hancur di tanganmu

Daun gugur sebelum saatnya

Terlalu dini daun itu gugur

Salju tiba-tiba jatuh

Menyelimuti serpihan sakit

Menutupi jejak yang aku tinggalkan

Tersapu rasa dingin

Membeku karena sikapmu

Seorang anak Adam

Yang mengkhianati putri Hawa

Tanpa rasa bersalah

Berlalu begitu saja

Berpaling ke pelukan dia

Mengacuhkan tak perduli

Sebuah kuncup yang mulai mekar

Namun musim dingin membunuhnya

No comments:

Post a Comment